Sejarah Icozya

Di tengah kabut tipis dan sexy, diiringi bau hujan yang khas menyengat, udara dingin + basah, secangkir teh anget plus cemilan n laptop dudutz tercinta…terjadilah kecelakaan keajaiban itu...

O1 yang nyleneh bersatu dengan CJDW yang sok serius.

Eng ing eng... lahirlah Icozya (udah gitu aja ceritanya hehehe)

Warning...

plis jangan salah read tagline

a mix of gokil and chaos

menjadi... upil dan saos

coz rasanya pasti horrible sementara Icozya itu rasanya eneg-eneg enak-enak gimana gitchu.

Go & Ika Story (4)

Go, aku harus jujur. aku tak bisa menghilangkan cintaku padamu. Kau begitu lengket Go, seperti ingus yang mengering di lubang hidung. Susah payah aku membersihkannya, dengan rasa sakit dan perih yang mencucuk, hingga berair mata, sekejap kemudian kau datang kembali dengan serangan baru. Ini seperti siklus, setiap kali kubunuh cintaku, segera kau tumbuhkan yang baru. Aku nyerah Go, kau memang hebat. Dan untuk kesekian kalinya, aku takluk padamu. Continue Reading…

Go & Ika Story (3)

Sebuah amplop putih biasa, polos tanpa nama dan alamat pengirim juga penerima, masih tertutup, berada ditempat sampah.

————————————————–

Buat ika, kekasihku…..

Ka, semalam dan semalamnya lagi dan semalamnya lagi aku tak bermimpi. Aku tak lagi pernah bermimpi semenjak kita berpisah. Itu janggal bagiku ka.

Ka, kau bilang kita harus belajar mencukupkan keadaan, mengkondisikan hati dan pikiran menerima keadaan baru, menjadikannya biasa. Telah kucoba untuk membiasakan pada keadaan baru tapi tetap tak bisa merasa nyaman. Keputusanmu untuk berpisah tidak hanya mematahkan tongkat pemandu tapi juga mimpi-mimpiku.

Ka, apa kau pernah mendengar kalau laron selalu tertarik pada cahaya? Seringkali mereka akan mengelilingi lampu, berputar dan berputar terus hingga akhirnya sayap-sayap ringkih mereka terlepas, mereka jatuh terkapar dan mati. Continue Reading…

Go & Ika Story (2)

Kepada cintaku

Go, aku mencintaimu, sungguh. Denganmu aku merasa kuat membentengi aku. Mungkin kau tak kan percaya apa yang akan kukatakan, tak apa, kau bisa mulai dari sekarang.

Go, apa kau ingat kau seringkali memuji kehebatanku, kecerdasanku? Apa kau juga ingat tawaku yang selalu pecah mendengar kata-katamu itu?. Sebenarnya Go, kau lah yang hebat, karena aku takluk padamu Go, bahkan aku hanya alat bagimu, iya kan Go? Continue Reading…

Go & Ika Story (1)

Go, kemarin aku melihat teduh diujung malam. Aku ingin menyapanya tetapi ia tengah asyik bergelayut manja disisi Jiwa. Kuurungkan niatku jadinya, aku tak tega. Pertemuan mereka selalu singkat dan jarang sekali.

Aneh ya go, mereka saling mencintai tapi tak pernah bisa bersama. Takdir ya go? Ya sepertinya ga ada yang bisa kita perbuat dengan itu.

Go, apa kau pernah melihat Teduh menangisi Jiwa? Aku tak pernah , tapi aku sering mendengar Jiwa memanggil nama Teduh dalam tidurnya. Aku penasaran Go, apa Teduh juga begitu? Continue Reading…

It’s a Beginning

Telah beberapa musim kulalui seperti orang asing di tempat yang asing. Berusaha merekat kepingan demi kepingan puzzle hidupku bersama letih dan perih. Bertumbuh menjadi diriku tanpa merusak cangkang yang menjadi pelindungku selama seperempat abad ini.

Aku gagal…

Friksi demi friksi semakin deras mengalir, seperti sungai selepas hujan badai. Debit yang meninggi, menggerus sedikit demi sedikit tapal batas. Menghanyutkan satu demi satu pemaafan dan pemakluman yang kulepas dulu. Ketika mereka memahami diriku salah dan aku lebih memilih membiarkannya sambil tersenyum. Ketika mereka menudingku salah dan aku lebih memilih diam tanpa berniat menjelaskan. Memilih untuk menuruti mereka daripada diriku sendiri. Memilih bersikap keras bahkan balas dendam pada diri sendiri karena ketakmampuanku bersikap didepan mereka.

Itu masa lalu…

Dan kini aku berusaha untuk menyentuh diri sendiri. Kembali bertumbuh, menjadi aku yang merdeka.

Berterimakasih pada kegelisahan yang menggila, yang dengan caranya membawakan kata-kata hati agar terbebas dan didengar diri.

Yah, terimakasih karena telah membuat aku lepas dan membiarkan langkah menyongsong ufuk lain. Jalanku sendiri….

It’s a beginning

*********************************

Well, inilah rumah baruku, harap maklum masih berantakan.

Yang mau mampir, ayo-ayo… silahkan masuk